Senin, 12 Mei 2014

Semua Itu Karena Bodoh

Semua Itu Karena Bodoh:::...
Oleh: Irsun Badrun



Kadang kita keterlaluan, seorang anak yang tumbuh tanpa salah, tiba-tibah kita katai ia sebagai anak yang bodoh.



Kamu tahu? Siapa yang bodoh itu? ya, sebenarnya kamu yang bodoh, bodoh menjadikan anakmu orang yang cerdas. Kuingin bertanya kepadamu, sudah berapa banyak anakmu menguasai kosa kata bahasa Indonesia? Tentunya kamu akan menjawab banyak dan memang sangat banyak. Kalau memang banyak, maka ia bukan anak yang bodoh tapi anak yang cerdas, tapi kamu yang bodoh. Ya, kamu bodoh menjadikan ia cerdas sedini mungkin.



Coba sejak kecil, kamu biasakan ia, aena: di mana. Ta’al: kesini. Hayya na’kul: ayo kita makan. Shobaahul khaer: selamat pagi. Cerdas tidak itu anak? Jawab sendiri. Kalau kamu udah dapat jawabannya, sekarang katakan, kebodohanmulah yang menjadikan anakmu bodoh.



Coba sejak kecil kamu biasakan anakmu dengan melantunkan surah-surah pendek al-Qur’an, dan itu yang menjadi lantunan di saat menggendong, di saat makan, di saat mau tidur dan bahkan di saat jalan-jalan. Maka pertanyaannya, anakmu akan hafal al-Qur’an atau tidak? Jika kamu udah dapat jawabannya, maka sekarang kamu bisa katakan, karena kebodohanmulah yang membuat anakmu juga bodoh.



Bahasa Inggris juga demikian, coba biasakan ia dengan kata-kata sederhana sedini mungkin, maka yakin, satu tahun ke depan, anakmu akan tumbuh dengan bahasa Inggris yang baik.



Jadi, jika disekolah ada yang mengatakan anak bodoh, maka secara tidak langsung mereka berkata orang tuanya yang bodoh. So, yang menjadikan anak itu bodoh karena kebodohan orang tua, karena anak ibarat kertas kosong, dan orang tuanyalah yang menjadikan kertas itu sobek atau rapi terlihat indah dengan tulisan yang bagus, dan seperti itulah yang sejalan dengan makna hadits Rasulullah.



Masih dalam hal bodoh, jangan kamu jadi orang bodoh, karena orang bodoh, ibarat lilin yang membakar dirinya sendiri. Kamu lihat dengan temanmu yang berada di sampingmu? Ya, temanmu yang lagi belajar tegar dengan tuntunan Rasulmu, ia mencoba memanjangkan jenggot, karena ia paham, jenggot adalah sunnahnya para Rasul, tapi karena kebodohanmu, kamu pun katakan, jenggot itu teroris, orang yang berjenggot itu kayak kambing. Ah kamu, meruntuhkan agamamu sendiri karena kebodohanmu. Kalau memang kamu belum bisa, maka cobalah berusaha tuk membela mereka, berikanlah mereka jalan tuk berdiri di atas sunnah Rasul yang semakin jauh diterpa kebodohan.



Coba kamu tengok saudari muslimahmu yang berada di belakangmu, kasihan mereka, dengan susah payah mereka berusaha tuk bisa tegar di atas keistiqomahan dalam berhijab, walau kadang diejek atasan kerjanya, dicela orang tuanya, dimaki suaminya sendiri, dan tidaklah mereka lakukan itu, kecuali karena kebodohan mereka akan agama ini, maka apakah dengan kebodohanmu juga kamu akan meruntuhkan semangatnya yang telah lama ia kumpul disisa-sisa hdipunya?



Lihat juga di sana, ada saudarimu yang mencoba tegar dengan cadar, malah kamu katai itu agama baru, kamu katai itu tidak ada contohnya. Padahal, apa susahnya jika kamu duduk dan berpikir, apa sih manfaat dari bercadar? Dan apa sih kerugian dari bercadar? Ya, kalau kamu duduk renungkan dua pertanyaan itu, maka tanpa tanya dalil lagi, kamu akan katakan, cadar itu bagus dan baik. Tapi, karena kebodohanlah, kamu pun mencelanya padahal ada dalilnya dan disepakati oleh para ulama. Kalau begitu, kenapa harus mencibir mereka yang bercadar? Cobalah berikan mereka dukungan, bak paman nabi yang selalu membela Rasulullah walau tidak sepaham.




Ya, semua tindakan amoral dan anomali yang terjadi di tubuh agama ini, karena kebodohan pemeluknya, maka agama ini runtuh dan hancur karena kebodohan kita sendiri. Camkan itu.


Darul Abrar 12 Mei 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar