Sabtu, 17 Mei 2014

Di Setiap Ruas Kehidupan

Ruas-ruas kehidupan itu terlalu sakit, tapi kalau berhenti dan menyerah pada ruas tersebut, maka selamanya kamu tidak bisa menikmati jalan berikutnya.

Siang dan malam dalam hidup ini, sejatinya mengajari akan hakikat hidup yang sebenarnya. Di suatu saat, kamu kan merasakan kehampaan, bak malam yang gelap mengcekam, dan kalau kamu menuruti nafsumu, maka selamanya, kamu tak dapat menikmati indahnya sang mentari.

Jatuh dan gagal, itu sudah menjadi kepastian di bahtera kehidupan, namun kalau kamu membunuh kemauanmu tuk melangkah, maka selamanya kamu tak dapat menikmati indahnya sukses setelah gagal.

Badai yang bergemuruh di samudra sana, dan kemudian mengolengkan seluruh kapal para pelaut, memberikan harapan, bahwa setelah badai itu, ada daratan yang menjanjikan.

Hutan yang penuh semak belukar, dan kadang membuat para penjelajah sakit terluka, memberikan sebuah janji, bahwa di balik semak, ada tanah lapang.

Kamu tidak diminta menyerah di ruas kehidupan, tapi kamu hanya diminta bertahan, dan duduk berpikir sejenak kemudian memulai melangkah lagi. 

Jangan pernah kamu katakan, takdirku seperti ini, padahal itu keluar dari rasa pesimis dan sifat pengecut dirimu. Tapi, yang harus kamu lakukan adalah terus mencoba dan mencari solusi di setiap ruas, bak semut yang tak pernah menyerah untuk menggapai tujuan.


Irsun Badrun
Darul Abrar 18 Mei 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar